Rabu, 21 April 2010
"Mengapa gereja membagikan telur pada anak-anak Sekolah Minggu pada hari Paskah?"
Ternyata banyak orang Kristen bahkan guru Sekolah Minggu yang kurang jelas tentang sejarah membagi telur ini.
Tradisi membagi telur sebenarnya bukan tradisi gereja/Kristen. Sebelum kekristenan muncul, di negara 4 misim (Eropa) ada tradisi untuk merayakan datangnya musim-musim. Dewa musim semi, yang bernama "Eostre" adalah dewa yang disembah pada perayaan "vernel equinox". Nama dewa ini juga akhirnya dipakai untuk menyebut hari Paskah, "Easter" (bahasa inggris).
Pada abad-abad pertama kekristenan, tradisi ini sulit dihapus karena hari Paskah memang kebetulan jatuh pada setiap awal musim Semi. Perayaan musim Semi selalu dirayakan dengan meriah megiringi kegembiraan meninggalkan musim dingin yang suram dan beku (mati). Tumbuh-tumbuhan dan bunga mulai tumbuh dan bermekaran, dan suasana keceriaan seperti ini menjadi saat yang tepat untuk membagi-bagikan hadiah. Membagi-bagikan telur pada hari Paskah akhirnya diterima oleh gereja selain untuk merayakn datangnya musim Semi, juga karena telur memberikan gambaran/simbol akan adanya kehidupan.
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar